Menu
Media Belajar
Bahasa Indonesia, SD |

Bacalah teks berikut dengan saksama! Si Badu Oleh : Riyawati Di Desa Kalirejo tinggal seorang anak laki-laki yang bernama Badu. Usianya sepuluh tahun dan dia masih duduk di kelas lima. Badu mempunyai dua orang sahabat, namanya Tiara dan Ahmad. Sepulang sekolah Badu biasa menggembalakan kambing-kambingnya. Sore ini Badu membawa kambingnya ke Iadang jagung yang baru dipanen. Saat kambing-kambingnya sedang makan, Badu duduk di bawah pohon jati yang ada di kebun itu sambil membaca buku cerita berjudul Cita-citaku. Buku itu dipinjam Badu dari perpustakaan. Buku itu menceritakan perjuangan seorang anak miskin dalam menggapai cita-cita. Anak itu harus bekerja keras untuk membiayai sekolahnya. Angin bertiup sepoi-sepoi. Buku di tangan Badu tampak jatuh di tanah dan kepala Badu terkulai. Dia tertidur. Kambingnya tetap asyik makan rumput, Namun, pelan-pelan kambing-kambing Badu berjalan menjauhi ladang tersebut. Saat azan maghrib berkumandang, Badu terbangun. Kemudian dia melihat sekelilingnya. Kambing-kambingnya tidak ada. Badu segera berlari ke tengah ladang jagung. Dia tidak menemukan kambingnya. Malam mulai datang. Badu memutuskan kembali ke rumah. Sesampainya di rumah, ibunya menanyakan kambing-kambingnya. Badu tidak menjawab pertanyaan ibunya. Dia malah menangis. lbunya tidak memaksa Badu untuk bercerita. Badu bercerita kepada Tiara dan Ahmad mengenai kambingnya yang hilang. Tiara dan Ahmad ikut bersedih mengetahi nasib Badu. Sekarang setiap sore Badu tidak lagi menggembalakan kambing. Dia mengerjakan apa yang dikerjakan tokoh dalam buku Cita-citaku. Badu mendapat ide dari buku yang dibacanya tersebut. Setiap sore Badu mencari kayu bakar dan daun jati di hutan. Keesokan paginya, ibunya menjual kayu bakar dan daun jati tersebut. Uangnya ditabung Badu. Rencananya uang itu akan dibelikan ayam. Setelah ayam banyak. Ayam itu akan dijual lagi dan uangnya dibelikan kambing. Dengan kambing yang akan dibelinya tersebut, Badu berharap bisa melanjutkan sekolah sampai ke jenjang yang lebih tinggi. Pagi ini di pintu gerbang sekolah, Badu disambut Tiara dan Ahmad. "Badu, ada Iomba," kata Tiara "Hadiahnya ….." "Kambing!" sahut Ahmad. Badu memandang kedua sahabatnya bergantian. "Maksud kalian?" "Ada Iomba balap sepeda dalam rangka memeringati ulang tahun kemerdekaan negara kita. Kami, maksudku aku dan Ahmad, sudah mendaftarkanmu," potong Tiara cepat. "Aku sudah meminjam sepeda balap Kak Yusuf. Dia mau meminjamkannya. Kau bisa mulai latihan sore nanti," ucap Ahmad. Hari perlombaan datang. Pesertanya ada sekitar seribu orang. Badu mengayuh sepedanya kuat-kuat. Dia bertekad untuk menjadi pemenang. Satu jam kemudian, tinggal Badu dan dua pesaingnya yang ada di depan. Badu terus mengayuh sepedanya dengan dua pesaingnya membuntuti di belakang. Akhirnya, Badu pun memenangi perlombaan balap sepeda. Tiara dan Ahmad menyambutnya. Wajah mereka berseri-seri. "Kamu berhasil, Badu," kata Ahmad. "Kambingmu akhirnya kembali," sahut Tiara. Badu nyengir semakin Iebar. (Dikutip dengan pengubahan dari Kompas Anak) Apa judul buku yang dipinjam Badu dari perpustakaan?

Bacalah teks berikut dengan saksama! Si Badu Oleh : Riyawati Di Desa Kalirejo tinggal seorang anak laki-laki yang bernama Badu. Usianya sepuluh tahun dan dia masih duduk di kelas lima. Badu mempunyai dua orang sahabat, namanya Tiara dan Ahmad. Sepulang sekolah Badu biasa menggembalakan kambing-kambingnya. Sore ini Badu membawa kambingnya ke Iadang jagung yang baru dipanen. Saat kambing-kambingnya sedang makan, Badu duduk di bawah pohon jati yang ada di kebun itu sambil membaca buku cerita berjudul Cita-citaku. Buku itu dipinjam Badu dari perpustakaan. Buku itu menceritakan perjuangan seorang anak miskin dalam menggapai cita-cita. Anak itu harus bekerja keras untuk membiayai sekolahnya. Angin bertiup sepoi-sepoi. Buku di tangan Badu tampak jatuh di tanah dan kepala Badu terkulai. Dia tertidur. Kambingnya tetap asyik makan rumput, Namun, pelan-pelan kambing-kambing Badu berjalan menjauhi ladang tersebut. Saat azan maghrib berkumandang, Badu terbangun. Kemudian dia melihat sekelilingnya. Kambing-kambingnya tidak ada. Badu segera berlari ke tengah ladang jagung. Dia tidak menemukan kambingnya. Malam mulai datang. Badu memutuskan kembali ke rumah. Sesampainya di rumah, ibunya menanyakan kambing-kambingnya. Badu tidak menjawab pertanyaan ibunya. Dia malah menangis. lbunya tidak memaksa Badu untuk bercerita. Badu bercerita kepada Tiara dan Ahmad mengenai kambingnya yang hilang. Tiara dan Ahmad ikut bersedih mengetahi nasib Badu. Sekarang setiap sore Badu tidak lagi menggembalakan kambing. Dia mengerjakan apa yang dikerjakan tokoh dalam buku Cita-citaku. Badu mendapat ide dari buku yang dibacanya tersebut. Setiap sore Badu mencari kayu bakar dan daun jati di hutan. Keesokan paginya, ibunya menjual kayu bakar dan daun jati tersebut. Uangnya ditabung Badu. Rencananya uang itu akan dibelikan ayam. Setelah ayam banyak. Ayam itu akan dijual lagi dan uangnya dibelikan kambing. Dengan kambing yang akan dibelinya tersebut, Badu berharap bisa melanjutkan sekolah sampai ke jenjang yang lebih tinggi. Pagi ini di pintu gerbang sekolah, Badu disambut Tiara dan Ahmad. "Badu, ada Iomba," kata Tiara "Hadiahnya ….." "Kambing!" sahut Ahmad. Badu memandang kedua sahabatnya bergantian. "Maksud kalian?" "Ada Iomba balap sepeda dalam rangka memeringati ulang tahun kemerdekaan negara kita. Kami, maksudku aku dan Ahmad, sudah mendaftarkanmu," potong Tiara cepat. "Aku sudah meminjam sepeda balap Kak Yusuf. Dia mau meminjamkannya. Kau bisa mulai latihan sore nanti," ucap Ahmad. Hari perlombaan datang. Pesertanya ada sekitar seribu orang. Badu mengayuh sepedanya kuat-kuat. Dia bertekad untuk menjadi pemenang. Satu jam kemudian, tinggal Badu dan dua pesaingnya yang ada di depan. Badu terus mengayuh sepedanya dengan dua pesaingnya membuntuti di belakang. Akhirnya, Badu pun memenangi perlombaan balap sepeda. Tiara dan Ahmad menyambutnya. Wajah mereka berseri-seri. "Kamu berhasil, Badu," kata Ahmad. "Kambingmu akhirnya kembali," sahut Tiara. Badu nyengir semakin Iebar. (Dikutip dengan pengubahan dari Kompas Anak) Apa kegiatan Badu sepulang sekolah?

No More Posts Available.

No more pages to load.